π₯Akreditasi RS: Wajib Bukan Sekadar Formalitas

Setiap rumah sakit di Indonesia wajib menjalani proses akreditasi oleh KARS atau LAFKI untuk menilai mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan kepatuhan regulasi.
Sayangnya, proses akreditasi sering jadi momok karena ribetnya dokumen, keterbatasan data, dan sistem pencatatan yang tidak sinkron antar unit. Di sinilah SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) berperan penting.
π Standar Nasional Akreditasi RS & Peran SIMRS
Sesuai dengan SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit) edisi 1.1, terdapat 4 elemen utama:
- Manajemen Mutu & Keselamatan Pasien
- Asesmen Pasien
- Pelayanan Berbasis Elektronik
- Manajemen Fasilitas
π SIMRS membantu langsung pada poin-poin ini:
Audit & log β terekam untuk evaluasi mutu berkala
Rekam medis elektronik β data pasien rapi & terstandarisasi
Pelaporan mutu β otomatis dan real-time
SOP pelayanan β terdokumentasi dalam sistem
Audit & log β terekam untuk evaluasi mutu berkala
Dokumen dan Eviden Akreditasi Lebih Mudah dengan SIMRS
Salah satu tantangan akreditasi adalah penyediaan eviden dokumen dan bukti implementasi. Kalau masih pakai kertas/manual:
- Dokumen tercecer
- Riwayat pelayanan tidak lengkap
- Laporan sulit dilacak
Dengan SIMRS:
β
Semua SOP & data pelayanan terekam digital
β
Laporan bisa dicetak kapan saja sesuai standar SNARS
β
Tim surveyor bisa langsung verifikasi dari sistem
β
Tidak perlu scan dokumen manual satu per satu
SIMRS memaksa semua unit bekerja sesuai alur standar. Misal:
- Pasien masuk β asesmen awal β input data β hasil lab otomatis muncul
- Pemberian obat β terintegrasi ke farmasi β billing otomatis tercatat
- Mutu pelayanan β dihitung lewat indikator yang ditanam di sistem
Ini bukan cuma soal kecepatan, tapi membuktikan bahwa rumah sakit mengikuti prosedur klinis sesuai akreditasi.
Indikator Mutu Bisa Diambil Otomatis dari SIMRS
SIMRS bisa disetting untuk menghitung indikator mutu, misalnya:
Indikator | Fungsi SIMRS |
---|---|
BOR (Bed Occupancy Rate) | Hitung otomatis dari rawat inap |
Waktu Tunggu Rawat Jalan | Dicatat dari input-an pendaftaran & pemeriksaan |
Kepatuhan Identifikasi Pasien | Terekam lewat form asesmen & wristband sistem |
Kepatuhan Hand Hygiene | Dicatat dalam pelatihan & laporan staf |
Time Response Gawat Darurat | Dicatat dari triase & tindakan awal |
Keamanan Data Jadi Nilai Plus Akreditasi
Dalam standar akreditasi, perlindungan data pasien jadi penilaian penting. SIMRS yang baik:
- Gunakan login berbasis role (hak akses dibatasi)
- Punya audit trail/log aktivitas
- Backup data otomatis
- Tersertifikasi ISO/IT security
Ini semua akan membantu rumah sakit menunjukkan kepatuhan terhadap perlindungan data dan privasi pasien di depan surveyor akreditasi.
π§ Panduan Implementasi SIMRS agar Support Akreditasi
Biar SIMRS benar-benar mendukung akreditasi, rumah sakit harus:
- Pilih vendor SIMRS yang sudah pengalaman bantu RS akreditasi
- Sinkronkan modul SIMRS dengan SNARS (buat mapping data β standar)
- Latih staf agar input sesuai prosedur & tidak asal-asalan
- Lakukan audit sistem internal sebelum surveyor datang
- Gunakan SIMRS bukan cuma pas akreditasi, tapi setiap hari
π Kesimpulan
Implementasi SIMRS bukan cuma buat efisiensi kerja, tapi investasi strategis menuju akreditasi rumah sakit yang unggul.
Kalau dokumen sudah rapi, data lengkap, pelayanan standar, dan semua bisa dibuktikan digitalβakreditasi bukan lagi ancaman, tapi peluang untuk naik kelas.