Harga Aplikasi SIMRS: Tantangan & Faktor Penentu Biaya Implementasi

Penjualan Pembelian SIMRS

,

SIMRS

SIMRS Sebagai Jantung Digital Rumah Sakit
Rumah sakit di era digital tidak bisa lagi hanya mengandalkan pencatatan manual atau sistem informasi sederhana. Peraturan Menteri Kesehatan No. 82 Tahun 2013 mewajibkan setiap rumah sakit memiliki Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk menunjang efisiensi, transparansi, dan mutu pelayanan kesehatan.

Namun, saat manajemen mulai mencari solusi SIMRS, muncul satu pertanyaan mendasar: “Berapa harga aplikasi SIMRS?”

Pertanyaan ini sederhana, tetapi jawabannya sangat kompleks. Biaya SIMRS tidak hanya dipengaruhi harga software, melainkan juga infrastruktur, lisensi, pelatihan, pemeliharaan, hingga adaptasi dengan regulasi terbaru.

Artikel ini akan mengupas secara mendalam mengenai tantangan serta faktor-faktor yang memengaruhi harga aplikasi SIMRS di Indonesia.

Mengapa Harga SIMRS Bervariasi?

Tidak ada harga tunggal untuk SIMRS. Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan berbeda, tergantung:

  • Tipe Rumah Sakit (A, B, C, D).
  • Jumlah tempat tidur dan volume pasien.
  • Fitur dan modul yang dibutuhkan.
  • Integrasi dengan sistem eksternal (BPJS, SATUSEHAT, laboratorium).
  • Vendor pengembang (lokal vs multinasional).

Inilah sebabnya, ada SIMRS dengan harga ratusan juta rupiah, bahkan ada yang mencapai miliaran rupiah.

Faktor Utama yang Mempengaruhi Harga Aplikasi SIMRS

3.1. Modul dan Fitur

Semakin lengkap modul, semakin mahal biaya SIMRS.
Contoh modul standar:

  • Pendaftaran & Antrian Online.
  • Rekam Medis Elektronik (RME).
  • Farmasi & Gudang Obat.
  • Radiologi & Laboratorium.
  • Keuangan & Akuntansi.
  • Pelaporan SIRS Online & BPJS.

Rumah sakit kecil mungkin hanya butuh modul dasar, sedangkan RS besar tipe A memerlukan modul advanced seperti integrasi PACS, dashboard analitik, dan Clinical Pathway.

3.2. Infrastruktur Teknologi

Harga SIMRS dipengaruhi oleh:

  • Server lokal (on-premise) atau cloud computing.
  • Kebutuhan backup & disaster recovery.
  • Jaringan internet stabil dan aman.

Jika RS memilih cloud-based SIMRS, biaya investasi awal lebih rendah tetapi ada biaya langganan tahunan.

3.3. Lisensi & Legalitas

SIMRS berbasis proprietary (lisensi vendor) umumnya lebih mahal dibandingkan open source.

  • Proprietary: Ada biaya lisensi per pengguna.
  • Open source: Gratis lisensi, tapi tetap ada biaya pengembangan dan support.

3.4. Pelatihan & Sumber Daya Manusia

Harga SIMRS juga mencakup biaya training staf medis, IT, dan administrasi.

Tanpa pelatihan yang memadai, SIMRS sulit berjalan optimal.

Serta officeboy Dan Security

3.5. Integrasi dengan BPJS & SATUSEHAT

Implementasi SIMRS harus bisa mengirim klaim ke JKN Mobile (VClaim, INA-CBGs) serta terhubung ke platform SATUSEHAT.
Integrasi ini menambah kompleksitas dan biaya.

Serta Menambahkan BPPJS dan Kartu indonesia sehat

3.6. Maintenance & Support

SIMRS bukan proyek sekali bayar. Ada biaya tahunan untuk:

  • Update regulasi (misalnya update tarif INA-CBGs).
  • Pembaruan keamanan (security patch).
  • Dukungan teknis 24/7.

4. Tantangan Implementasi SIMRS

4.1. Resistensi Pengguna

Banyak tenaga medis belum terbiasa dengan sistem digital → butuh pelatihan dan adaptasi.

4.2. Anggaran Rumah Sakit

RS daerah dengan dana terbatas sering kesulitan membeli SIMRS yang sesuai standar.

4.3. Regulasi yang Dinamis

Setiap perubahan regulasi Kemenkes atau BPJS memaksa vendor SIMRS melakukan update.

4.4. Keamanan Data Pasien

Data kesehatan adalah data sensitif → rumah sakit wajib memenuhi standar keamanan seperti ISO 27001 atau HIPAA Compliance.

5. Strategi Menekan Biaya SIMRS

  1. Evaluasi kebutuhan nyata rumah sakit. Jangan beli modul yang tidak dipakai.
  2. Gunakan sistem berbasis cloud. Mengurangi biaya server & maintenance.
  3. Kolaborasi dengan vendor lokal. Lebih murah dibanding vendor asing.
  4. Implementasi bertahap. Mulai dari modul dasar, lalu upgrade sesuai kebutuhan.
  5. Optimalkan SDM internal. Bentuk tim IT rumah sakit untuk mengurangi ketergantungan vendor.

6. Estimasi Harga Aplikasi SIMRS

  • RS kecil (tipe D – <100 tempat tidur): Rp 200 juta – Rp 500 juta.
  • RS menengah (tipe C – 100–200 TT): Rp 500 juta – Rp 1,5 miliar.
  • RS besar (tipe A/B – >200 TT): Rp 2 miliar – Rp 5 miliar+.

Catatan: semisal aja ,harganya ini hanya estimasi rata-rata, bisa berubah tergantung vendor & fitur

Harga aplikasi SIMRS bukan hanya angka di proposal vendor, tapi mencerminkan kompleksitas regulasi, kebutuhan modul, infrastruktur, hingga sumber daya manusia di rumah sakit.

Investasi di SIMRS adalah investasi jangka panjang untuk efisiensi, kualitas pelayanan, dan kepatuhan regulasi. Rumah sakit harus bijak memilih vendor, menyesuaikan kebutuhan, dan menyiapkan strategi implementasi agar SIMRS benar-benar memberikan nilai tambah.

🔗 Internal Link Rekomendasi dari simrscendana.id

Halo!

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim representatif kami untuk chat via WhatsApp

Marketing Andik Purnomo
6285234303837
Marketing Edi Suatmoko
6281333600030
×
Live ChatHalo, Kami siap membantu Anda?