SIMRS Bukan Cuma Soal Teknologi, Tapi Soal Manusia
Banyak rumah sakit salah kaprah: dikira dengan beli sistem SIMRS, semua otomatis berjalan lancar. Faktanya? Teknologi sehebat apapun akan gagal total kalau SDM tidak disiapkan. Mulai dari dokter, perawat, apoteker, staf rekam medis, kasir, sampai manajemen—semua harus paham cara kerja sistem.
SIMRS adalah sistem yang kompleks dan saling terintegrasi, bukan aplikasi standalone. Jika satu bagian tidak paham cara input atau update data, seluruh rantai informasi bisa kacau.

🎯 2. Efek Buruk Jika SDM Tidak Siap Menggunakan SIMRS
Implementasi SIMRS tanpa pelatihan yang memadai akan menimbulkan:
- 🔸 Salah input data pasien
- 🔸 Delay pelayanan karena kebingungan teknis
- 🔸 Rasa frustasi pegawai & resistensi penggunaan sistem
- 🔸 Data tidak sinkron antar unit (rawat inap, lab, apotek, dll)
- 🔸 Klaim BPJS tertunda atau gagal
Lebih gawat lagi, kalau terjadi kesalahan medis karena informasi tidak tercatat dengan benar—siapa yang bertanggung jawab?
🧰 3. Jenis Pelatihan SDM yang Harus Diberikan
Setiap rumah sakit wajib menyusun roadmap pelatihan SDM secara sistematis, bukan cuma sekali awal pas install sistem. Berikut jenis pelatihannya:
a) Pelatihan Teknis Dasar
- Login sistem, navigasi menu
- Input data pasien, cetak rekam medis
b) Pelatihan Alur Prosedural
- Simulasi alur pasien dari pendaftaran → pelayanan → penagihan
- Penyesuaian SOP internal dengan fitur SIMRS
- Integrasi data antar unit (lab, ICU, gudang, dll)
c) Pelatihan Soft Skill & Problem Solving
- Penanganan error ringan
- Komunikasi antar divisi ketika sistem mengalami gangguan
- Pelaporan kendala teknis ke tim IT/vendor
d) Training of Trainer (ToT)
- Mencetak local champion di tiap divisi yang siap melatih rekan lainnya
- ToT mempercepat adopsi internal dan mengurangi beban vendor support
Tahapan Strategis Pelatihan SDM dalam Proyek SIMRS
Agar pelatihan sukses, rumah sakit perlu menerapkan tahapan ini:
Tahapan | Penjelasan |
---|---|
1. Analisis Kebutuhan | Mapping user & kebutuhan pelatihan |
2. Penyusunan Modul | Materi sesuai jobdesk dan modul SIMRS |
3. Pelatihan Bertahap | Per divisi, disesuaikan shift & jadwal |
4. Simulasi & Uji Coba | Trial input data hingga laporan akhir |
5. Evaluasi & Re-training | Umpan balik peserta & penguatan materi |
📊 5. Studi Kasus: Gagalnya SIMRS Akibat Minimnya Pelatihan
Di sebuah RS tipe B di Jawa Tengah, implementasi SIMRS gagal padahal sistem sudah dibeli mahal dan infrastruktur mendukung. Setelah diaudit, penyebabnya:
- 80% staf belum paham cara input
- Dokter tidak mengisi RME karena dianggap merepotkan
- Tidak ada pelatihan susulan pas ada update sistem
- Staf kasir salah klik → billing salah jutaan rupiah
Akhirnya, sistem hanya dipakai sebagian unit dan data jadi tidak sinkron. Manajemen pun akhirnya menyetop penggunaan SIMRS dan kembali ke manual. Uang habis, waktu habis, hasil nihil.
🧭 6. Tips Praktis agar Pelatihan SDM Berjalan Optimal
✅ Libatkan seluruh divisi sejak awal
✅ Pilih waktu pelatihan yang tidak mengganggu layanan
✅ Buat petunjuk penggunaan yang mudah dipahami
✅ Evaluasi rutin pasca implementasi
✅ Siapkan helpdesk internal untuk fast response
“Bukan software-nya yang gagal, tapi manusianya belum diajak ‘masuk’ ke dalam sistem itu.”
— Dwi H., IT Rumah Sakit Swasta Surabaya
Kesimpulan
Implementasi SIMRS tidak akan pernah berhasil tanpa fondasi SDM yang tangguh. Pelatihan bukan pengeluaran, tapi investasi jangka panjang untuk keberhasilan sistem informasi rumah sakit. Kalau rumah sakit ingin digitalisasi berjalan mulus, mulailah bukan dari sistem, tapi dari manusianya.